Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2023

🌹 LUKISAN DI PENGHUJUNG USIA🌹

by Arlina

[15.56, 5/1/2023] 


Mematut diri di depan cermin, aku bergeming sambil menikmati senja yang sunyi kala hujan menyapa, leluasa kumelihat diri dalam sendiriku.

 "Aku masih kuat bertahan.."gumamku

Sekilas senyum terlukis indah hadirkan rona bak pelangi di wajahku.

Begitu banyak kesakitan yang sudah kurasakan, begitu sering pengkhianatan kuterima, bahkan sikap penolakan dari orang-orang yang seharusnya mencintaiku tanpa syarat hampir membuatku sudah tidak ingin di dunia ini lagi.

"Hanaaa..."suara parau dan agak lemah itu membuyarkan lamunanku. 

"Iya Buu.." aku berlari ke arah suara ibu dan kudapati beliau sedang memotong ubi dengan tangan agak gemetar karena usia sepuhnya.

"Gorengkan ubi ini na, campur tepung ya.."

Aku segera meraih mangkuk berisi ubi.

"Ah ibu...di usia yang begitu sepuh kau memilih tempat ternyamanmu bersamaku, aku yang dulu kau abaikan jiwa raga." batinku

Bukan kesedihan yang kurasakan saat menengok kembali kebagian kenangan masa lalu.aku merasa begitu istimewa karena perempuan mulia itu sedang membukakan jalanku menuju tempat orang-orang mulia.

"Terima kasih ya Bu.." aku mengecup pucuk kepala ibuku yang berbau aneka minyak.

Suaraku tercekat tak mampu meneruskan kalimat, aku khusuk menemaninya menikmati ubi goreng.

"Na, ibu begitu nyaman bersamamu di tempat ini, karena kau bisa menyajikan masakan kesukaanku ,kau siapkan tanah tempatku menanam bunga dan sayur ,kau bisa temani ibu dan kita saling berbagi cerita, terima kasih ya na."

Aku tergugu..!

Ah ibu, mulai hari ini aku ingin melukis d tanah dan d langit, melukis  lembar demi lembar cerita kita di penghujung usia

_______________________________

[15.43, 5/1/2023] +62 853-3776-7265: 

Nama:  Arlina

Pekerjaan: ibu rumah tangga

[15.51, 5/1/2023] +62 853-3776-7265: Salam kenal..., senang bisa gabung bisa gali ilmu di sini

Rabu, 07 Desember 2022

Di Sini Kutemukan Rinduku

 





Oleh : Desri Yanti, Palembang, yantidesri4@gmail.com

Aku tak tahu kenapa aku bisa nyasar di tempat ini....     apakah aku kesasar...?      ataukah memang Allah yang menuntun jemariku untuk berada di tempat ini.  Aku tak tahu asal muasal tempat ini....      yang aku tahu ketika aku tiba disini, sudah 500 lebih penghuninya

Kucoba menelusuri tempat ini,..... oh Tuhan ternyata ini adalah tempat yang aku rindukan selama ini.  Terkenang kembali masa yang aku rindukan dimana umurku baru berpangkal  satu... kalau sekarang jangan di tanya ya sudah berpangkal berapa ...☺☺☺

Kala itu.. aku suka sekali merangkai kata menjadi untaian puisi yang indah ... aku tak pandai mengungkap apa yang aku rasa lewat bibirku... bibirku tak banyak bicara... hanya hatiku yang berkata dan tulisan tulisan itu adalah kata hatiku.

Andai aku temukan tempat ini dahulu, tentunya buku cetak pelajaran dan buku tulis catatan sekolah ku dulu tidak jadi korban keganasan tangan ku, menulis bait bait puisi yang indah. Tapi aku bersyukur menemukan tempat ini... karena disini kutemukan rinduku.

Tuhan... aku percaya Engkau sayang padaku... karena itu Engkau kirim orang orang baik ini untuk ku. Selain rindu masa lalu yang aku temukan, disini aku juga menemukan cara untuk melepaskan kerinduanku padaMU. Lewat program ODOS... bukan PEMPEK DOS palembang ya... he he he....  Program ini membuatku untuk setiap saat melepas rindu padaMu.

Terima kasih KAUSAKu4NKRI, berkat mu .. disini kutemukan rinduku.

Selasa, 06 Desember 2022

Kesan pertama membuat blog bersama kausaku

 


Oleh Desri Yanti, Palembang, yantidesri4@gmail.com

Alhamdulillah.. akhirnya.. hari ini tanggal 7 Desember 2022 bisa juga buat blog dua lagi sekaligus... Terimakasih Kausaku... 

Pertama, blog pribadiku dengan nama Desri KAUSAKu dan yang kedua blog publik milik komunitas dimana saya bisa berkarya setiap hari nya dimana saya bisa berkirim tulisan setiap harinya bersama komunitas KAUSAKu4NKRI.

menulis... Menulis menuls.  Itulah syarat komunitas semoga diriku bisa konsisten menulis Istiqomah dan bermanfaat.

Keberadaan blog ini benar benar membantu merekam Seluruh jejak tulisanku setiap harinya dan ini akan menjadi tabungan tulisanku.




Senin, 06 Juni 2022

Ritsa Belajar Nulis di Komunitas KangAsep USA-Ku for NKRI

My name Ritsa Ummah from SMPN 4 Ciawigebang Kuningan, West Java.  Aku mulai gabung di Komunitas Tholab Ilmu KAUSAKu sejak event PPG PAI Kemenag 2022.

Mengenal KAUSAKu sejak kumpulan di Aula Kemenag bersama Pak PS Aang Taufik dari POKJAWAS PAI Kabupaten Kuningan.
Sungguh asyik dan bermanfaat perkumpulan tersebut.  Aku jadi tambah semangat belajar bahkan tidak hanya cara menaklukan soal-soal Pre Test PPG PAI saja, namun juga aku makin memahami pentingnya menguasai platform digital khas abad 21.  
Ya, bersama KAUSAKu Community aku belajar nulis di Grup WA Budaya Nulis.  Aku jadi faham pentingnya Pendidik Zaman Now memiliki Blog.  Sekarang aku telah memilikinya dengan bimbingan khusus di Zoom Kecil Komunitas Tholab Ilmu KAUSAKu.


Minggu, 29 Mei 2022

Bahagia Dengan Cara Sederhana

Suatu kebahagiaan bukan identik dengan materi saja, bahagia tergantung dengan versi masing - masing orang. Bagiku kebahagiaan tercipta ketika saya, suami, dan anak - anak bisa jajan beli kue atau tahu krispi di pasaran sore. Jalan - jalan sore naik motor berempat itu rasanya sungguh bahagia sekali. Melewati hamparan sawah yang hijau dan sejuk menambah senyum ceria keluarga kecil kami.

Kemarin sore, di hari yang bahagia di hari kelahiranku suami mengajak kami ke pasaran Tugu yang banyak aneka jajanan yang kami sukai. Makan mie ayam dan Sempol ayam serta kue pukis yang tidak ketinggalan juga, itulah family time kami yang memberikan suatu kebahagiaan dengan cara sederhana.


Rabu, 25 Mei 2022

Belajar membuat blog pertamaku

Alhamdulillah hari ini saya berhasil membuat blog pribadi dan blog komunitas KAUSAKu. ( Narasumber: Kang Asep Kuningan ) 


Pembelajaran pembuatan Blog bagi pemula

 Pembelajaran pembuatan blog ternyata tidaklah sesulit yang dibayangkan, karena dipandu dan dibimbing secara teknis dan praktek oleh seorang mentor yang tepat sehingga saya sudah berhasil memilki sebuah blog pribadi. Tidak hanya blog pribadi namun bisa juga bergabung dengan komunitas blogger KUSAku.


Yuk belajar membuat blog dan mengisi hari-harimu dengan menulis, team PP 108. Syukur-syukur bisa menghasilkan buku antologi dan siapatau bisa menerbitkan buku solonya.  Dan tentunya bisa dibaca oleh anak cucu kita kelak. 

Terimakasih Kang Asep Kuningan yang sudah mengajariku sampai bisa!!, smoga menjadi amal bagi kang Asep telah menularkan ilmunya.  



Jumat, 07 Januari 2022

Flash Fiction: Mencintai Dalam Diam



Mencintai Dalam Diam

Oleh: Sri Utami

          Namaku Afif Humaira, aku biasa dipanggil Mey. Aku masuk salah satu universitas  di Surabaya.Hari pertama masuk kuliah, di kelas ku melihat sosok pria yang misterius. Dia sangat berbedadengan yang lain dan cukup menarik perhatianku juga rasa penasaranku. Hari demi hari ku lalui, rasa keingintahuanku tentangnya pun terjawab. Pria itu bernama Wildan, dia pintar dan aktif dikelas, aku kira dia orang yang pendiam, tapi ternyata tidak juga. Lama kelamaan lincahnya terlihat, dia bawel, gokil pula, dan yang paling aku terkaget itu dia seorang pemain biola.

Dengan berjalannya waktu kita pun saling mengenal satu sama lain, yang awalnya aku dan Wildan tidak berteman kemudian kami menjadi teman dekat, bahkan lebih dekat dari sahabat. Aku selalu menceritakan semua kejadian yang menimpaku, dari cerita susah, senang, sedih, dan sebagainya begitu pula dengannya. Dia pria yang sangat baik dan mengerti aku. Dia tempat curhat yang asik, tempat sharing pelajaran yang menyenangkan penuh dengan kharisma, sehingga banyak perempuan lain yang kagum padanya.

Aku seperti buntut baginya, kemanapun dia pergi, aku selalu mengikutinya. Dari mulai dia futsal sampai satu organisasi pun bersama. Dia yang selalu ada saat aku membutuhkan bantuan. Dari mulai meminta bantuan menyelesaikan tugasku, mengantarku pulang, banyak orang yang menyangka kita pacaran.

Aku berusaha bersikap seperti biasa dihadapannya, entah sampai kapan aku harus berpura-pura dan berperang dengan hatiku sendiri. Oh... rasanya sangat tersiksa Wildan hanyalah sahabatku yang teristimewa. Entah mengapa aku selalu ada hati, aku menjadi sosok yang pendiam, jaga image, salah tingkah, dan lain  jika berhadapan dengannya. Oh.... itu sangat menyebalkan ketika secara tidak sadar aku menjadi orang lain yang amat sangat jauh berbeda dari kepribadianku jika ada dia dihadapanku.

Apa ini yang dinamakan cinta? Apa ini yang dinamakan kasih sayang? sudah cukup sampai disitu pertanyaanku. Rasanya perutku lapar jika aku selalu berpikiran hal itu. Oh... tidak..... Aku mencoba berpositive thinking akan keadaanku ini. Ya, agar semuanya berjalan seperti biasanya. Hari demi hari ku lalui seperti biasanya, tugas kuliah yang menumpuk, pekerjaan rumah seperti pembantu rumah tangga, menjadi pembisnis coklat online, dan tentunya have fun dengan sahabatku Wildan walau aku harus merasakan perang batin jika harus berhadapan dengannya.

 

 

Ada apa denganku ?

 

Selain dikenal sebagai kota pelajar,Yogyakarta juga merupakan kota budaya yang pesonanya senantiasa mampu memikat wisatawan.yaa…Tugu  Jogja kini menjadi saksi bisu  keadaan hatiku terhadap Mirna,gadis yang aku kenal saat semester empat yang lalu.Walaupun kami beda jurusan tapi ..entahlah pertemuan mesti terjadi itupun secara tidak sengaja.Walaupun hanya di sapa olehnya” Hai Kak Hendra “ dengan sapaan pendek itu hatiku sudah berbunga-bunga.

Harus aku akui,ide-ide yang dilontarkan Mirna selalu brilliant.Mungkin karena masih belia.Tak perlu ambil pusing dengan wajar atau tidak wajar.Semuanya begitu alami,ia  telah menjadi bagian dari hidupku.Walaupun rasanya tak masuk akal,aku sering memujinya dalam hati.dia sangat cantik dan cerdas.

Suatu ketika tak ku sengaja bertemu Mirna,setelah matkul terakhir.Gadis cantik berbaju merah muda itu duduk sendirian di taman dekat perpustakaan kampus.”Kak Hendra mengagetkan “ katanya polos dengan senyuman khas lesung pipitnya membuat hatiku semakin bergemuruh.Mirna adalah salah satu penyemangatku dalam melanjutkan perusahaan papa,ia penyumbang ide-ide cemerlang.Yaa…selain kuliah aku di bebani tugas besar oleh papa selama beliau belum sembuh total dari sakitnya.

Hari berganti hari tak terasa begitu cepatnya waktu bergulir.Hendra semakin tidak bisa mengontrol emosinya melihat perkembangan perusahaan yang di kelolanya selama beberapa bulan.Pembukuan keuangan tidak balance dengan pengeluaran untuk operasional.Di sisi lain kuliahnya sudah mendekati ujian akhir.Yaa…tiba-tiba ia teringat dengan Mirna gadis cantik yang serba bisa.Apakah ia mau membantuku lagi setelah ia tersakiti hatinya oleh mama ku beberapa bulan  yang   lalu. Mama menilainya gadis kampungan yang suka  nebeng  teman yang kaya.Padahal dia gadis yang serba bisa dan baik hati.Hati ini selalu merindunya.

Walaupun kesibukanku luar biasa.Entalah… aku tidak bisa melupakan Mirna.Gadis yang smart dan beauty itu selalu menggoda hatiku.Yaa Tuhan.Ada apa denganku? Kelihatannya sudah jelas ia menganggapku sekedar sahabat tidak lebih dari itu.Sekuat hatiku mengenyahkan pikiranku tentang Mirna.Anehnya semakinku menghindar dari pertemuan,pesonanya justru semakin membius hati.Oh…Namanya Cinta sangat dahsyat dan dilematis.

 

 

 

Senja di Balik Layar dan Puncak Pengetahuan

(Penulis: Kang Asep, Pengawas Sekolah bidang PAI Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, WA 085864675753) Ponselku bergetar, memecah fokusku me...